
Krisis pangan yang melanda dunia paska perang dunia kedua ternyata berdampak pada kenaikan harga pangan yang diperkirakan akan terus berlangsung sampai tahun 2015 . kenaikan harga pangan tersebut menyebabkan lebih dari 100 juta manusia dari setiap benua mengalami kelaparan. Peristiwa yang kemudian dikenal dengan silent Tsunami ini telah membawa perubahan besar pada pola pertanian di dunia termasuk Indonesia.
Perubahan pola pertanian ini kemudian dikampanyekan lewat gerakan revolusi hijau, sebuah gerakan percepatan produksi pertanian dengan menggunakan banyak senyawa kimia untuk merangsang tanaman. Untuk hasil jangka pendek gerakan revolusi hijau mungkin dinilai mampu mengurangi krisis pangan tersebut, tetapi dampaknya sangat negatif bagi ketahanan pangan dimasa mendatang sebab senyawa kimia yang dipakai akan tinggal ditanah dan membunuh biodiversity dalam tanah sehingga kesuburan tanah akan hilang dan tanah menjadi keras sehingga tanaman tidak dapat bertahan hidup. Revolusi hijau tidak hanya menyebabkan petani menjadi ketergantungan terhadap pemakaian bahan-bahan kimia tetapi juga telah menggerus kearifan lokal turun temurun petani mengenai pola tanam para petani Indonesia yang menghargai ekosistem, kesehatan, kelestarian alam dan keanekaragaman hayati.
Demi peningkatan produktivitas jangka pendek, banyak petani kemudian menerapkan pola tanam monokultur yang pada akhirnya membuat petani kehilangan posisi tawar di pasaran, sebab jika musim panen tiba maka petani akan menghasilkan produk yang sama sehingga hasil panen yang sama akan membanjiri pasaran, jika sudah demikian maka harga jualnyapun menjadi anjlok. Model Monokultur pada pertanian sebenarnya telah menghilangkan keanekaragaman hayati dilahan pertanian dan menggantikannya pada satu jenis tanaman saja. Tentu saja hal ini akan berakibat pada hilangnya keaneka ragaman hayati yang di miliki Indonesia di tahun-tahun kemudian. Selain itu model pertanian monokultur juga pada akhirnya akan memberi beban lebih pada para petani ditiap musim tanamnya sebab model pertanian monokultur ini dalam pengelolaannya sangat bergantung sekali pada input dari luar seperti pupupk dan racun kimi sintetik, permukaan lahan pertanian monokultur yang harus selalu datar, menyebabkan pola pertanian ini juga angat bergantung pada mesin-mesin pertanian. Semua ketergantungan terhadap barang luar tersebut pada akhirnya menyebabkan petani terbebani biaya besar selama proses tanamnya dan harus urut dada sebab ketika panen tiba kemungkinan besar harga jualnya akan anjlok dikarenakan hasil panen yang sama membanjiri pasaran. Dengan segala ketergantungan di dalam model pertanian monokultur tentunya akan menjauhkan petani dari kesejahteraan meskipun harga beli pangan di konsumen terus saja naik. Petani kini harus bisa berpikir bijak untuk menata kesejahteraannya dengan memilih model pertanian yang bisa selaras dengan alam dan berkelanjutan di masa mendatangnya.
Menata masa depan dengan Polikultur
Polikultur berasal dari kata poli yang artinya banyak dan kultur artinya budaya, dalam konteks pertanian polikultur dapat diartikan sebagai pola pertanian dengan banyak jenis tanaman pada satu bidang lahan. polikultur bukan berarti pola pertanian gado-gado yang tidak terencana. Tetapi melainkan pola pertanian yang terusun dan terencana dengan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik. Keanekaragaman di dalam polikultur tidak hanya semata dari jenis tanaman (hayati) tetapi keanekaragaman polikultur juga mengkaitkan hewan ternak sebagai satu bagian rantai kehidupan did alam pertanian. Pola pertanian polikultur ini tidaklah sama dengan pola pertanian tumpang sari. Tumpang sari hanya menggunakan tanaman semusim. Sedangkan polikultur dalam hal ini lebih sebagai kombinasi antara tanaman semusim dan tanaman tahunan untuk jangka panjangnya. Pertanian polikultur yang berhasil akan mampu memperbaiki kondisi ekosistem lingkungan. Tanaman yang dikembangkan mempunyai hubungan simbiosis dan sinergis sehingga dapat membangun ekosistem yang sempurna dan stabil. Oleh karena itu sistem pertanian polikultur dapat pula didefinisikan sebagai sebuah metode pertanian yang memadukan lebih dari empat jenis tanaman lokal bernilai ekonomis pada sebuah ekosistem lahan secara terpadu. sebuah upaya pemadatan areal dengan berbagai tanaman untuk perbaikan kondisi tanah (konservasi) sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi. Hal ini menjadi mungkin dalam pola pertanian polikultur karena dalam pertanian polikultur, segala asupan dari luar seperti pupuk pabrikan dan racun kimia bukan menjadi hal penentu keberhasilan pertanian sehingga pola pertanian polikultur dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan petani untuk mengelola lahannya. Bentuk perawatan seperti pemupukan dan pengurangan serangan hama dalam pola pertanian polikultur menggunakan potensi lokal yang ada dengan cara membentuk siklus kehidupan dan rantai makanan alami. Untuk Pupuk misalnya, maka petani yang menerapkan pola pertanian polikultur akan menggunakan potensi dari olahan kotoran ternak yang merupakan bagian dari pertanian polikulturnya. Kemudian untuk pengurangan tingkat serangan hama petani akan menciptakan sebuah siklus rantai makanan yang didalamnya terdapat musuh alami dari hama tersebut selain menggunakan ramuan alami. Sehingga reduksi racun kimia yang dapat menghancurkan kesuburan tanah dapat dihindari. Pertanian polikultur juga memberi peluang yang cukup signifikan bagi peningkatan ekonomi petani lewat usaha tambahan yang sinergis dengan siklus kehidupan di lahan pertanian polikultur semisal budidaya ternak, penggemukan sapi, dll. Jadi dengan menerapkan model pertanian polikultur, selain bisa menekan besaran angka biaya produksi dan menambah pendapatan dengan keragaman hasil panen yang bisa dipasarkan ditambah lagi dengan budidaya ternak, model polikutur juga menjamin kesuburan lahan pertanian sehingga hasil panen yang baik akan tetap bisa dirasakan kedepannya. Dengan demikian persoalan peningkatan ekonomi dan krisis pangan akan bisa diatasi tanpa harus memeras dan menyiksa bumi dengan segala bentuk racun sintetis dan penghilangan keanekaragaman hayati yang telah dilahirkannya.(Tedy)
Tampilkan postingan dengan label polikultur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polikultur. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 Desember 2009
Polikultur; jalan menuju perbaikan ekonomi yang ekologis
Langganan:
Komentar (Atom)

